Categories
Story

Orientasi PPG Daljab 2018 Kampus Sanata Dharma

Orientasi PPG Daljab 2018
Kampus Sanata Dharma
Kisah tentang PPG Daljab 2018 sepertinya akan banyak menjadi konten saya kali ini. Berpisah dengan banyak orang di Tasikmalaya dan hanya laptop dan HP yang ikut dengan saya membuat saya semakin banyak berinteraksi dengan mereka (laptop dan HP) hehe.
Sering disebutkan bahwa “Tak kenal maka ta’aruf”, “Tak kenal maka tak sayang” dsb. Mungkin itu juga yang dipikirkan oleh para panitia PPG Daljab ini. Sebelum kami bergerak lebih jauh, kami terlebih dahulu diperkenalkan dengan seluk beluk kampus dan kegiatan-kegiatan yang akan kami lalui melalui sebuah orientasi. Tentu dengan orientasi yang dulu-dulu disisipi perpeloncoan. Inilah orientasi yang sebenarnya. 
Dari hasil orientasi ini saya mendapat informasi bahwa ternyata ada kelompok Guru Daerah Khusus (Gurdasus) yang sama-sama mengikuti PPG di kampus ini. Mereka berasal dari kalimantan. Gurdasus ini sempat membuat kami iri, karena katanya tidak melalui proses Daring 3 bulan yang membuat kami sering begadang. Di orientasi ini akhirnya pemikiran itu terbantahkan. Para peserta Gurdasus itu memang tidak melalui proses Daring 3 bulan, alasannya karena di daerah mereka internet masih sulit diakses ditambah website Hybrid Learning tempat kami kuliah online memang membutuhkan sinyal yang kuat. Para peserta Gurdasus ini tidak mengalami Daring 3 bulan, tetapi beliau-beliau ini melalui pendalaman materi 24 hari berturut-turut dari pagi hingga sore tanpa mengenal hari libur. Sempat libur 1 hari berkat diajukan dengan alasan Tahun Baru Hijriyah. 
Ternyata hidup memang saling menyangka. Kami kira enakan PPG sebagai Gurdasus, dan Gurdasus kira enakan PPG seperti kami Daring. Rupanya sama saja. Itulah ujian, sudah Allah takar dengan kadarnya masing-masing.
Oiya duduk di bangku tempat orientasi ini rasanya seperti anggota DPR hehe. Dan kami pun memang Dewan Perwakilan Rakyat di bidang pendidikan. Tidak semua rakyat bergelut langsung di pendidikan kan? Maka di sana lah kami mewakili rakyat untuk mendidik bangsa ini.
Dengan dimulainya proses orientasi ini, maka dimulailah kehidupan kami di kampus. Melihat jadwal yang luar biasa kini tidak aneh lagi. Ternyata memang semuanya sama ujiannya. Mengapa perjuangan itu pahit? Ya, karena kesuksesan itu manis. Ayo semangat belajar semangat perubahan.
Categories
Story

Yogyakarta, kuinjak kau dengan Basmallah – PPG Daljab 2018

Tempat kos sebelum direnov hehe
Perjalanan Tasikmalaya – Yogyakarta yang saya lewati terasa begitu cepat. Mungkin saat ini teori relativitas waktu sedang membuat saya menjadi seperti astronot yang meninggalkan kembarannya. Nanti pada saatnya pulang pasti akan terasa lambat, tidak sabar ingin berjumpa keluarga dan para siswa yang ditinggalkan.
Bismillah.. Hari pertama tiba di Yogyakarta untuk melaksanakan PPG Daljab 2018, sekitar pukul 3 pagi kurang, saya bersama seorang sahabat seperjuangan harus menunggu siang untuk bisa memulai aktivitas. Tempat kos sahabat saya masih terkunci, sedangkan tempat kos saya masih tersembunyi. Entah akan kos di mana, yang pasti masa iya di kota ini tidak ada satu pun tempat kos yang masih kosong. Hehe
Usai shalat shubuh cerita pun dimulai. Alhamdulillah ada seorang seorang yang baik hati yang berkenan menjemput saya di stasiun. Walaupun sebelumnya belum bertemu, kami dikenalkan oleh sahabat guru juga yang ada di Tasikmalaya. Mas Dedi, begitulah beliau dipanggil. Akhirnya ada tempat juga untuk saya menitipkan barang selama mencari kosan. 
Perjalan mencari kosan mengingatkan saya satu hal mengenai ketentuan-Nya. Jodoh, rejeki, dsb. Saya memulai pencarian kos di sekitar belakang kampus. Pencarian yang saya lakukan dari pukul 8 pagi hingga pukul 3 sore ternyata menghasilkan pilihan terakhir yang merupakan pilihan pertama yang saya datangi. Pertama datang saya sudah cukup cocok dengan kosan itu, tetapi karena baru satu tempat yang saya datangi dan penasaran dengan tempat lain, maka saya cari terus barangkali ada yang lebih cocok. Alhasil semua meminta minimal 3 bulan kosan dan itu pun kosongan, tidak ada kasur sama sekali berbeda dengan pilihan pertama tadi. Sempat ketiduran di mushola akhirnya setelah melanjutkan perjalanan tetap saja saya berakhir di pilihan pertama tadi. Sepintas terpikirkan, kalau saja saya tahu seperti itu, sudah saja tidak akan berkeliling cape-cape. Begitulah ternyata saya datang ke Yogyakarta itu untuk membawa rejekinya oma kos ini. hehe
Semoga tempat ini menjadi saksi perjuangan yang memberatkan timbangan kebaikan bagi saya. Aamiin
Categories
Story

OTW Yogyakarta – PPG Daljab 2018

Foto ini diambil di kereta
saat saya OTW Yogyakarta
untuk mengikuti PPG Daljab 2018
Menjadi guru adalah sebuah komitmen untuk menjadi orang yang terus belajar. Walaupun usia terus bertambah seorang guru harus terus belajar. Walaupun peran kehidupan juga bertambah, sebagai seorang ayah, suami, pimpinan apapun, maka guru harus tetap belajar. Dan inilah saat dimana tugas belajar menjadi dilema akibat jarak kampus yang mengharuskan para guru untuk berpisah dengan keluarga, murid dan lingkungan tempat tinggal sehari-harinya.
PPG Daljab 2018 tidak lama lagi akan dimulai. Kami para guru ditakdirkan untuk kembali mengenyam dunia kampus yang ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme guru. 
Halaah kok jadi serius ini yah. Haha.. Jadi hari ini adalah hari terakhir saya di Tasikmalaya. Minimal 1,5 bulan ke depan saya akan berada di daerah Yogyakarta. Belum ada kepastian apakah kami juga akan menghabiskan masa PPL di Yogyakarta juga atau tidak. Kami berharap sih PPL tetap di sekolah masing-masing, jadi cukup 1,5 bulan saja kami meninggalkan daerah masing-masing.
Keadaan di sekolah yang sedang PTS mengharuskan kami meninggalkan sekolah dengan beban tugas pembuatan raport yang akan dibagikan ketika kami sedang di Yogyakarta. Saya merasakan bagaikan jiwa ini terbagi dua. Sebagian jiwa ada di daerah mempersiapkan yang akan ditinggalkan, sebagian lagi di lokasi PPG juga mempersiapkan kelengkapan dan tugas-tugas yang masih belum sempurna.
Kabar kelulusan yang baru diumumkan beberapa hari lalu memantapkan persiapan kami. Sebelumnya kami merasa setengah-setengah dalam mempersiapkan keberangkatan, karena boleh jadi setelah kami membeli tiket dan menyewa tempat kos ternyata malah tidak lulus, kan sakit juga. Akhirnya kami menunggu dalam ketidakpastian hingga akhirnya pengumuman kelulusan itu pun tiba.
Alhamdulillah dari kampus kami 100% lulus. Artinya kami akan bertemu dengan semua sahabat sekelas yang sebelumnya hanya berjumpa di dunia maya saja ketika berlangsungnya proses kuliah online yang kami sebut Daring itu. Ya, 3 bulan telah berlalu dan kami melaluinya dengan 12 modul yang setiap modulnya terdiri dari 4-5 kegiatan belajar, dan setiap kegiatan belajarnya terdiri dari beberapa materi utama dan penunjang. Sungguh Daring yang luar biasa, setiap modul paling sedikit ada 5 tugas dan 5 tes. Artinya setiap hari kami harus mengerjakan 1 tes dan 1 tugas. Itulah 3 bulan yang kami lewati dengan saling menguatkan di dunia maya. Dan kini saatnya kami akan berkumpul di dunia nyata.
H-1 saya belum mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa, bahkan tiket pun belum saya beli. Tentu hal tersebut sudah saya perhitungkan. Banyak yang khawatir tidak kebagian tiket atau ada yang ketinggalan lah, tapi sekali lagi sudah diperhitungkan yah. Saya kan terlatih menjadi pemain mepet. Hehe.. Lagipula saat ini untuk membeli tiket kan tidak susah ngeceknya, banyak sarana untuk membeli tiket online kok. Tapi kalau tidak terbiasa sebaiknya jangan meniru mepet-mepet waktu yah. Kalau bisa disegerakan dan memang tidak ada yang ditunggu karena sudah pasti ya segera halalkan, maksudnya segerakan apa saja yang baik. Jangan dadakan seperti saya.
Kini harapan saya semoga ketika sudah di Yogyakarta akan mendapatkan hal yang lebih lebih baik daripada jika saya tidak mengikuti PPG Daljab ini. Do’akan saya dan guru-guru yang lain yah.