Kegiatan Pagi Penuh Berkah di Kelas 6 Ibnu Umar SD Baiturrahman Tasikmalaya


Pagi hari sering digunakan sebagai simbol semangat. Misalnya pertanyaan di organisasi Paskibra yang pernah saya ikuti. Ketika pelatih atau senior berkata “Selamat Pagi” maka yang lainnya menjawab “Pagi” sekali pun waktunya sudah bukan waktu pagi lagi, bahkan sudah malam.
Pagi hari juga sering digunakan sebagai simbol keberkahan dan kesuksesan. Misalnya ketika melihat status orang lain di media sosial, pasti yang sering ditulis itu adalah Pagi Berkah, atau jika hari Jum’at maka yamg ditulis adalah Jum’at Berkah. Adalagi kisah-kisah orang sukses yang senantiasa menunjukan bangunnya yang lebih pagi. Walaupun sebagian ada yang memilih tidur lebih larut dan bangun kesiangan, walaupun tetap sukses tetapi itu bukanlah sunah Nabi kita Muhammad Saw.
Menurut Rasululloh Saw keberkahan dari Alloh Swt dibagikan untuk umatnya di pagi hari. Salah satu amalan yang nilainya besar di pagi hari adalah shalat 2 roka’at sebelum shubuh yang nilainya lebih baik dari dunia dan seisinya. Itu baru shalat sunahnya, apalagi shalat wajib berjama’ah di mesjid ya?
Dengan semangat menanamkan kehidupan bersunah kepada Rasululloh Saw itulah tim kelas 6 yang berjumlah 4 kelas di SD Baiturrahman Tasikmalaya mengadakan kegiatan Pejuang Shubuh. Teknis setiap kelas berbeda-beda, bahkan kelas saya pun tidak akan hanya mengandalkan 1 teknik saja. Jika saat ini masih harus diabsen siapa yang shubuh berjama’ah atau tidak, nanti boleh jadi saya coba tidak mengabsennya agar ada kesan saya tidak memperhatikan padahal tetap dipantau, hanya agar tidak tergantungbpada absen shalat saja.
Pengalaman di kelas 5 tahun kemarin, karena saya sebelumnya 3 tahun mengajar di kelas 5. Baru tahun ini saya memegang kelas 6. Dari awalnya memggunakan bintang atau reward bagi yang shubuh berjama’ah atau shaum sunat senin kamis, ternyata ada yang istiqomah menjadi kebiasaan hingga saat ini walaupun sudah tidak di kelas yamg sama. Mungkin anak juga merasakan kenikmatan ketika melaksanakannya dan merasa ada yang hampa ketika meninggalkannya, itulah ibadah yang sudah terbiasa walaupun kadarnya ibadah sunat.
Semoga di tahun ajaran ini di level yang baru digeluti yaitu di kelas 6 Ibnu Umar, semua target yang ingin dituju bisa tercapai. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *