Terapi Kelas dengan Parfum Ruangan

Ada banyak hal yang mempengaruhi suasana hati. Secara fisik, faktor-faktor yang mempengaruhi suasana hati adalah yang terindera oleh panca indera. Tidak seperti kata pepatah “Dari mata turun ke hati” karena semua indera kita bisa mempengaruhi suasana hati. Misalnya ketika belajar melihat alat peraga atau media belajar interaktif anak-anak menjadi lebih senang, berbeda dengan belajar dengan melihat buku saja apalagi bukunya teks semua.
Belajar sambil mendengarkan polusi suara akan mengganggu suasana hati ketika belajar. Bahkan beberapa guru menginginkan suasana hening ketika sedang menyampaikan materi, walaupun sebagian lainnya mengharapkan suasana aktif di kelas ketika pembelajaran.
Dari sisi indera peraba biasanya murid akan senang memegang media belajar berupa media spesimen asli daripada memegang gambar di atas kertas. Kelima indera anak-anak kita berperan mempengaruhi suasana hatinya.
Nah satu indera yang sering terlupakan adalah indera penciumannya. Ruang kelas yang harum tentu membuat suasana nyaman. Bahkan sebagian wangi itu dijadikan wangi untuk aroma terapi. Jangankan anak-anak, coba ingat apa saja bau yang pernah merubah suasana hati kita? Tentu banyak ya.
Alhamdulillah di kelas 6 Ibnu Umar tahun ini para orang tua santri yang senantiasa mendukung seluruh program sekolah pun dengan antusias membantu melengkapi berbagai kebutuhan kelas yang dikordinasikan langsung oleh komitenya. Dan sebagai guru saya merasa sangat senang dan terbantu. Itu menunjukan dukungan orang tua yang besar terhadap proses pembelajaran di kelas.
Salah satu perlengkapan yang menjadi alat terapi di kelas 6 Ibnu Umar adalah parfum ruangan. Ada 2 aroma yang digunakan, menurut Pa Izul seorang psikoterapist yang biasa bekerjasama dengan SD Baiturrahman parfum di kelas bisa menjadi pembawa suasana belajar yang secara tidak sadar membawa efek ketenangan sehingga mempermudah masuknya ilmu di kelas. Dalam kesempatan yang sama Pa Izul menerangkan bagaimana menggunakan aromanya, diusahakan yang tidak terlalu menyengat. Oh iya dan satu lagi, menurut beliau saat 2 orang pasangan saling menyukai itu berawal dari adanya gas wangi tubuh alami yang saling terhirup sehingga disenangi oleh lawannya, hal itu terjadi secara tidak sadar. Aturan yang sama juga berlaku dalam hewan-hewan yang tidak berakal. Dan hormon yang berperan tersebut adalah feromon. Sebetulnya bagi saya proses tersebut sudah diketahui sejak di bangku kuliah, karena sesuai dengan program studi saya, Pendidikan Biologi.
Sekian catatan ini, semoga bermanfaat dan semoga ananda kelas 6 Ibnu Umar tahun pelajaran 2019-2020 menjadi generasi yang tangguh, empati, sholeh dan sholehah sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *