Dekor Kelas 6 Ibnu Umar SD Baiturrahman Tasikmalaya

Siapa yang tidak suka seni? Pasti semua orang suka seni. Bahkan menyisir rambut itu adalah seni, karena ada keindahan yang diharapkan oleh penyisirnya.
Mendekor kelas adalah salah satu sarana melatih jiwa seni santri SD Baiturrahman Tasikmalaya.
Sebagai wali kelas di kelas ini, saya merasakan nilai positif lain dari kegiatan mendekor kelas. Tidak hanya mengajarkan keindahan, melainkan juga mengajarkan kerjasama tim, saling menghargai, tanggung jawab, kemandirian, bahkan semua nilai Pancasila bisa didapatkan dari satu kegiatan itu.
Soal keindahan sudah jelas karena saat mendekor para santri dituntut untuk menggali potensi seni dalam dirinya untuk dicurahkan dalam rangkaian gambar, lipatan kertas dan potongan-potongan kertas warna-warni yang menghasilkan suafu karya yang indah khas usia mereka.
Soal kerjasama tim sudah sangat jelas, yaitu ketika mereka membagi tugas satu sama lain, tugas antar kelompok dan tugas antar anggota dalam kelompok mereka masing-masing. Seandainya tidak ada kerjasa maka tugas mereka terbengkalai karena saling mengandalkan atau bahkan tugas mereka tidak tentu arah karena saling tumpang tindih rencana desainnya.
Soal saling menghargai terlukiskan dari bagaimana mereka tidak mencela hasil karya orang lain, rela kelasnya dirias dengan karya hasil temannya yang lain yang bahkan menurut mereka karya yang lebih baik bisa diri mereka ciptakan sendiri.
Soal tanggung jawab terlihat dari ketekunan mereka mengerjakan sebelum riasan selesai. Bahkan setelah bel berbunyi pun mereka masih mengerjakannya, sehingga harus saya ingatkan untuk segera beristirahat. Ada yang masih kesulitan saat memotong kertas untuk embuat bintang, tetapi terus dilakukan karena sudah menjadi tugasnya. Begitulah mereka belajar bertanggung jawab.
Kemandirian mereka tunjukan ketika saya lepaskan mereka untuk memilih bahan sendiri dari dua yang sudah disediakan di kelas, mereka mendesain sendiri, mereka kerjakan tanpa banyak contoh dari saya, dan ternyata mereka bisa mengerjakannya. Bahkan di akhir kegiatan sekolah hari Jum’at ini, mereka menutupnya dengan bekerja bakti membersihkan kelas.
Begitulah anak-anak ruhaniahku mengisi hari ini dalam kegiatan mendekor kelas.
Dan saya pun sebagai guru, tentu senantiasa berusaha menjadi contoh bagi mereka dengan menunjukan sikap-sikap yang diharapkan itu. Ini semua adalah buah kerjasama dengan pendamping kelas 6 Ibnu Umar, Bunda Dewi.
Tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada makhluk yang sempurna, bahkan malaikat yang senantiasa baik pun tidak sempurna karena mereka tidak memiliki hawa nafsu. Kita memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik dari malaikat ketika memiliki hawa nafsu tetapi tidak terbawa olehnya.
Semoga catatan ini bermanfaat dan menjadi pengingat kita bahwa anak kita mampu dan mandiri jika kita beri kesempatan, apapun keterbatasan mereka, itu adalah anugerah yang butuh sedikit dilatih dan dibiasakan supaya menjadi manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *