Pembelajaran Qurban Salah Satu Sarana Belajar Kebaikan Bagi Santri SD Baiturrahman

Idul Adha telah tiba. Seperti tahun-tahun sebelumnya di SD Baiturrahman selalu diadakan pemotongan hewan qurban. Ada 2 jenis hewan yang dipotong di sekolah kami. Pertama hewan qurban, kedua hewan pembelajaran qurban. Kalau hewan qurban kan sudah sering terdengar ya, nah ini ada hewan pembelajaran qurban. Mengapa demikian?
Dalam syariatnya, seekor sapi yang diqurbankan maksimal hanya boleh sampai 7 orang per sapinya. Namun dengan pembelajaran qurban ini seekor sapi dibeli dengan patungan sebanyak 8 rombel, yaitu 4 rombel dari kelas 5 dan 4 lainnya dari kelas 6. Sehingga sudah bukan qurban lagi namanya. Lantas mengapa diberi nama pembelajaran qurban?
Sejak awal masuk di tahun ajaran 2019-2020 hingga tanggal 2 agustus ini para guru telah bekerja sama untuk mengingatkan para santri agar menyisihkan sebagian uang jajannya untuk disisihkan ke dalam tabungan qurban. Ada yang menyisihkan Rp500, Rp1000, dll. Bukan nominalnya saja yang kami lihat, tetapi frekuensi mereka menyisihkan uang jajannya untuk ditabung itulah yang utama. Para santri belajar menyisihkan rizkinya untuk berlajar berqurban, maka dari itu nama kegiatan ini disebut pembelajaran qurban. Walaupun bukan qurban, tetapi nilai sedekahnya tetap ada, nilai pembelajarannya, bekerja samanya, dan tata cara / ilmu tentang qurban pun disajikan dalam kegiatan ini. Bahkan alhamdulillah para santri pun antusias dalam menjalankan rangkaian ibadah menjelang iedul adha, salah satunya shaum arafah. Saat siang hari dicek kepada orang tuanya, rupanya dari 32 orang santri kelas Ibnu Umar ada 28 orang yang tercatat mrlaksanakan shaum arafah. 4 orang lagi insyaAllah kalupun tidak pasti alasannya adalah syar’i, seperti haid dsb.
Santri yang terdata melaksanakan shaum arafah
Pada hari ke dua iedul adha biasa digunakan sebagai waktu pemotongan hewan pembelajaran Qurban tersebut. Selain melihat prosesi pemotongannya, kepada para santri juga akan disampaikan teori tentang qurban. Selesai hewan dipotong, para santri pun akan diajarkan bagaimana mengatur pembagian daging qurban, menimbang, membungkus, bahkan sampai membuat sate dari mentah hingga siap dimakan bersama. Tentu akan sangat disayangkan jika setelah sekian lama menabung qurban tetapi pada hari pelaksanaannya tidak hadir dalam kegiatan pemotongannya.
Bagi santri kelas 5, acara ini adalah yang pertama. Namun bagi santri kelas 6, acara ini adalah yang kedua kalinya sekaligus terakhir sebagai santri SD Baiturrahman karena iedul adha tahun berikutnya status mereka sudah menjadi alumni.
Semoga kegiatan yang senantiasa kami laksanakan ini menjadi wasilah keberkahan di SD Baiturrahman pada khusunya dan keberkahan seluruh umat islam oada umumnya. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *